sejarah batik 1Kabupaten Grobogan dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Tengah, selain itu juga dikenal dengan makanan khasnya berupa sale pisang dan getuk lindri. Kabupaten Grobogan saat ini juga memiliki ikon produk lokal khas lain berupa batik tulis.

Dulu Batik Grobogan sangat terkenal di eranya, yakni sekitar tahun 1938. Batik Grobogan tempo dulu lebih condong bermotif Laseman. Namun sekarang, yang dikembangkan lebih ke arah motif tanaman seperti jagung, padi dan rumpun bamboo Seperti batik tulis pada umumnya, Batik Grobogan juga diproduksi dengan bahan baku serta teknik pilihan.   

Pemilihan bahan baku menjadi sangat penting karena berkaitan erat dengan hasil dan kualitas akhir produknya. Batik terbuat dari kain pilihan, yaitu kain primisima serta pewarnaan pencelupan remasol. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

A. Fiksasi (penguncian warna)
bahan 11. Kanji
Kurang efektif hasilnya. Tidak signifikan terhadap kecepatan proses nglorod. Endapan terlalu banyak (seperti bubur) membuat kain kaku.
2. Soda ash
Cukup efektif terhadap proses kecepatan proses nglorod. Endapan dibagian bawah malam sering tercampur. Kelemahan : membuat warna batik turun dan tidak stabil.
3. Watterglass
Sangat efektif membantu pelorodan, bahkan untuk serat kasar (blaco dan tenun atbm) dan pelorodan dingin (sutra). Kelemahan : penakaran harus menggunakan Boumme Meter (BE). Kisaran harga rp. 20.000,-
BE untuk kunci satu warna : 30
BE untuk kunci warna banyak : 40
BE untuk kunci warna dasar putih : 42
BE untuk lorod dingin (sutra) dengan hanya rendam semalam : 12
Batik yang banyak cecek jangan direndam dalam watterglass. Cukup oles dan segera keringkan. Biar cecek tidak kemakan watterglass.